PEMBINAAN LEMBAGA ADAT DI KENAIAN LOONUNA

Suasana Kegiatan Pembinaan Lembaga Adat di Kenaian Loona  (Editor & Dok: Alfons Karaen)
Peserta Kegiatan Pembinaan Lembaga Adat (Vetor, Tetua Adat , LPM, dan Para Ketua Suku. (Editor & Dok    : Alfons Karaen)
Suasana Sesi Diskusi (Editor & Dok : Alfons Karaen)

Loonuna.desa.id Pemerintah Desa loonuna  menghadirkan sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat untuk membentuk satu lembaga adat. Wadah ini didirikan sebagai penjaga peradaban nilai luhur adat istiadat masyarakat di kenaian Loona yang saat ini nampak tertindas oleh kaki zaman. Nai Loona (Agus Mali Mor) memberi arahan penting perihal pentingnya keberadaan lembaga ini. Harapan ini tentu seirama dengan keinginan Kepala Desa Loonuna (Martinus Mau Leon) yang menginginkan lembaga tersebut segera berwujud. Pemerintah desa Loonuna dalam hal ini Kepala Desa tengah mencari satu mitra yang bisa menjadi gerbong penggerak untuk melestarikan dan mengembangkan adat di kenaian Loona. Diharapkan lembaga adat Loonuna ini bisa menjadi obat ditengah krisis nilai luhur adat Loonuna di zaman ini. Jika tak disegerakan, kedepan warisan budaya leluhur kelak akan punah. Anak loonuna sebagai penerus generasi tak lagi kenal dengan adatnya. “Kalau ini tidak dibudaya baik-baik, masa depan anak-anak kita tidak tahu. Supaya anak-anak kita yang lahir di perkotaan bisa tahu. Mereka bisa jadi motornya induknya di Desa loonuna. Kalau bisa buku-buju resmi yang keluar tentang adat Loonuna seperti asal usul kenaian Loona bisa dari lembaga ini,” kata Agus Mali Mor ketika memberi arahan rapat pembentukan lembaga adat di Ruang Aula Kantor Desa, Jumat (08/06/2018). Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah desa sudah mengalokasikan anggaran ditahun 2018 yang diperuntukan buat pembentukan Lembaga adat. Rapat ini  di pimpin langsung oleh Nai loona (Agustinus Mali Mor) ini berlangsung cukup sengit. Diskusi panjang dan debat tak terelakkan saat forum baru dibuka. Masing-masing tokoh masyarakat dan tokoh adat menyampaikan pokok-pokok pikirannya dalam forum. Perjalanan panjang diskusi akhirnya berujung. Peserta sepakat membentuk lembaga adat dan mengesahkan suatu peraturan lembaga adat tentang padang pengembalaan, Budaya kematian, belis, dll. Peserta kemudian membentuk formatur yang terdiri dari tujuh orang. Pada saat itu juga tim formatur bekerja menentukan komposisi organisasi. Tercatat  ditunjuk sebagai ketua lembaga adat Ama Nai Loona (Agustinus Mali Mor), kemudian disusul dibawahnya Vetor (Yohanes Ati). Menariknya juga dewan penasehat tercantum Ketua Lembaga Adat (Maximus Bau) serta Kapitan (Gabriel Tato) dan Suku-suku yang saling berhubungan (Tisian Tak Nian) sebagai koordinator.

Berikut Susunan Suku Yang ada di Kenaian Loonuna :

  1. Oes Gatal (Nai Loona)
  2. Lae Gatal (Vetor)
  3. Datok Laran
  4. Reu Rato
  5. Kaluk
  6. Monetomol
  7. Mali Gatal Reu Masak
  8. Sosowili Reu Masak
  9. Uhasir
  10. Julpor
  11. Dasi Gatal
  12. Simulu
  13. Lalis
  14. Jonpor
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan